#101: Investasi atau trading?

Ini adalah bagian dari tulisan berseri dari Reformasi tentang Investasi.

Ketika mendengar kata saham maka seringkali orang akan mempertentangkan antara trading atau investasi saham. Mungkin ketika googling, sobat Refo akan menemukan beberapa pandangan, ada yang membela trading dan menyalahkan investasi, ataupun sebaliknya. Bagi Refo, tidak ada yang salah dengan keduanya, asal sudah mengerti dan paham betul resiko, keuntungan, dan skill yang dibutuhkan untuk melakukannya. Baik trading maupun investasi memiliki tujuan yang sama untuk mendapatkan keuntungan, dalam hal ini jika instrumennya saham, maka mendapatkan keuntungan dari saham tersebut.

Apa itu trading?

Trading dikaitkan dengan aktivitas jual-beli saham, yang memiliki timeframe (TF)/rentang waktu yang lebih pendek dibandingkan investasi. Seorang scalper bisa menjual kembali saham yang sama dalam waktu beberapa menit ataupun jam dalam hari yang sama dan mengambil keuntungan beberapa pips/poin. Kategori lainnya seperti swing trader yang mengambil posisi dalam beberapa hari atau mungkin lebih, yang lebih panjang lagi adalah position trader. Trading menggunakan dasar utama Technical Analysis (TA), sehingga lebih banyak melakukan analisa volume, price-action, pattern, maupun indikator TA lainnya. Sehingga sangat keliru jika seorang melakukan trading dengan mendasarkannya pada Fundamental Analysis. Pergerakan harga harian lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, rumor yang beredar, buying/selling pressure dari fund. Dan yang tidak kalah penting, trading membutuhkan komitmen waktu dari pelakunya, apalagi jika TF yang diambil semakin pendek.

Bagaimana dengan investasi?

Walaupun sama-sama melakukan jual-beli saham, dasar pengambilan keputusan investasi berbeda dengan trading. Investasi sangat dipengaruhi analisa fundamental, yaitu bagaimana kinerja perusahaan dari waktu ke waktu yang kemudian dilakukan untuk menilai/valuasi apakah suatu saham/bisnis layak dibeli atau tidak. Investor pada umumnya membutuhkan timeframe yang lebih panjang daripada trading. Perubahan kinerja barulah diketahui publik tiap kuartal berdasarkan release LK, sementara perubahan harga yang mendasari TA terjadi tiap hari, bahkan tiap menit selama bursa buka harga bisa berubah.

Sebuah Probabilita

Tabel di atas adalah pergerakan indeks S&P 500 US berdasarkan timeframe yang ada. Hal ini relevan dengan kondisi bursa kita, yang mana retail investor seperti kita umumnya hanya bisa long atau membeli saham, tapi tidak bisa melakukan short-sell (menjual saham yang tidak kita miliki). Dalam penelitian 90 tahun, secara harian S&P bergerak 54% plus dan 46% negatif, jadi jika kita hanya bisa beli, kemungkinan menang (win rate) kita adalah 54%. Semakin panjang rentang waktu kita, kemungkinan kita menang akan semakin besar. JIka kita hold dalam 3 bulan, probabilitas kita menang naik dari 54% menjadi 68%, demikian 1 tahun menjadi 74%, bahkan 20 tahun menjadi 100%.

Mengapa angka win rate bisa mencapai 100%?

Hal ini berbeda dengan aktivitas di meja judi, katakanlah kita berjudi roulette/rolet di kasino, kita memasang taruhan pada angka tertentu, roda diputar dan angka kita tidak keluar, kita langsung kalah taruhan. Jika kita ingin bermain lagi, kita mengeluarkan uang lagi. Kita mengulangi langkah tadi, kalah lagi, uang kita habis. Sementara di bursa, edge/keunggulan investor ritel adalah waktu. Ketika hari ini saham kita belum mencapai target dan kita tidak menutup posisi kita, uang kita tetap tidak hilang. Kita bisa “bermain” lagi esok hari dengan modal kemarin. Akhir dari sebuah pertandingan ditentukan oleh investor itu sendiri. Jadi secara probabilita, peluang seorang investor untuk memperoleh keuntungan lebih besar dari seorang trader harian.

Catatan: Angka win-rate 100% ini didasarkan pada sebuah portfolio yang terdiri dari kumpulan saham, bukan a single stock. Win-rate 100% tidak berarti jika seorang membeli saham ABCD di harga puncaknya dan industri tersebut sunset dan di-hold jangka panjang 20 tahun, sahamnya bisa naik lagi, TIDAK DEMIKIAN. Tetapi portfolio investor yang dikelola dengan konsep dan action yang benar in the long run pasti menghasilkan gain yang positif.

“Investor Kecelakaan”

Setelah penurunan beberapa hari ini banyak orang kemudian yang menjadi “investor kecelakaan”. Maksudnya mau mengambil posisi trading, tetapi karena tidak disiplin cut loss, lalu mengubah posisi tersebut menjadi sebuah investasi. Mereka panik, mencari informasi sebanyak mungkin tentang kinerja fundamental perusahaan, dan meyakinkan dirinya suatu saat akan kembali ke atas dan akan profit.

Secara prinsip, ini adalah hal yang keliru dan tidak boleh dilakukan.

Kalau kita review ulang, apa yang mendasari posisi trading? Technical. yang mendasari posisi investasi? Fundamental. Lalu apa yang menjadi dasar mempertahankan posisi ini? Harapan, bukan technical atau fundamental. Seorang trader seharusnya disiplin cut loss, karena trader sangat mengutamakan modal yang berputar untuk trading di ticker lainnya. Mari kita umpamakan seorang pedagang batu akik, begitu ia membeli batu akik dari pedagang lebih besar dan menjual kepada pengguna, ia mendapat keuntungan. Namun suatu saat tren batu akik telah memudar, dan ia masih memiliki stok batu akik. Apa yang akan ia lakukan? Ia akan berupaya menjual batu akiknya walau dengan diskon, dan bukan mengharapkan suatu saat harga batu akik akan kembali ke atas. Setelah ia menjual batu akiknya dengan diskon, ia dapat menggunakan uang modalnya kembali untuk berdagang barang lain yang sedang tren, dengan demikian mengembalikan kerugian yang terakhir. Sedangkan seorang investor, tidak akan masuk ketika tren tersebut sedang boom dan harga sedang tinggi-tingginya, namun saat tren batu akik barulah dimulai atau bahkan sebelum itu.

Persamaan Keduanya

Trading maupun investasi sebenarnya juga memiliki kesamaan, karena sama-sama melakukan aktivitas jual beli. Trader maupun investor harus menyusun rencana/planning terhadap posisi mereka, baik entry maupun exit mereka, dan melakukan money management yang baik dengan mengatur alokasi mereka.

Pilih yang mana?

Apakah kemudian aktivitas trading itu salah? Tidak juga. Ada orang-orang yang memang memiliki psikologis dan emosi yang stabil, bakat untuk melakukan tape-reading, memiliki waktu yang banyak, atau skill untuk melakukan pemrograman algoritma pada Amibroker/Metastock sehingga bisa survive melawan High Frequency Trader, Fund Manager besar, Hedge Fund asing.

Tetapi, sebagian dari kita mungkin tidak memiliki hal-hal tersebut, maka kami mengajak anda “bermain” pada medan yang lebih simpel, dengan kemungkinan menang yang lebih tinggi, yaitu berinvestasi.

Investing is simple but not easy. – Warren Buffet

Dalam berinvestasi, komitmen waktu yang dibutuhkan paling banyak adalah saat sebelum melakukan inisiasi posisi. Mengumpulkan informasi, melakukan analisa, menyusun investing plan, dan kemudian mengeksekusinya. Setelah pengambilan posisi buy, maka seorang investor umumnya tinggal menunggu, dan melakukan review berkala biasanya setiap periode waktu tertentu (e.g. 3 bulan).

Keunggulan Investasi

Enaknya, jika kita berinvestasi sebagian besar waktu yang dibutuhkan tadi bisa kita “rebut” kembali untuk hal lainnya dengan menukarkan sedikit biaya. Riset yang dilakukan oleh lembaga untuk kepentingan kolektif akan menghemat banyak sumber daya. Katakanlah ada 1000 orang melakukan riset saham ABCD selama 8 jam, maka waktu yang dikeluarkan adalah 8000 jam, yang sebenarnya bisa dihemat dengan 1 lembaga riset independen menganalisa saham ABCD selama 10 jam, dan 1000 orang lainnya tinggal melakukan checking-ulang dan menyesuaikan plan masing-masing terhadap saham ABCD katakanlah memakan waktu 1 jam, maka waktu yang dikeluarkan semua orang hanya 1010 jam (vs 8000 jam).

Reformasi hadir untuk menolongmu dalam berinvestasi. Setelah menghadirkan RoboAdvisor yang menolongmu alokasi portfolio ke dalam beberapa asset class berbeda, kami akan terus menghadirkan artikel edukasi lainnya. Tetapi bagian yang terpenting adalah menghemat sumber daya yang dimiliki setiap orang, melalui Analisa Kinerja secara kuartalan yang kami terbitkan melalui ebook.

Info lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *