5 Cara Mendapatkan Uang Tambahan (biar Investasimu Makin Maksimal)

Siapa sih yang tidak tertarik mendapatkan uang tambahan? Apalagi kalau uang tambahannya bisa diinvestasikan untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Tapi kalau kita membicarakan investasi, pasti yang jadi bahan fokus banyak orang adalah tingkat return/pengembalian, padahal hasil investasimu (dilambangkan oleh “FV” pada rumus dibawah) secara simpelnya memiliki 3 komponen yaitu :

  • Potensi keuntungan (dilambangkan oleh huruf “r” pada rumus dibawah) yang bisa kamu dapatkan dalam suatu periode waktu tertentu. Ini bisa jadi bunga dari deposito, kupon obligasi, capital gain dari kenaikan nilai aset, dividen, dan lain-lain.
  • Holding Period (dilambangkan oleh huruf “n” pada rumus dibawah), yaitu seberapa lama kamu menunggu investasimu berbuah. Semakin lama kamu menunggu, tentu potensi keuntunganmu akan semakin besar.
  • Deposit (dilambangkan oleh C0 pada rumus dibawah) atau simpelnya seberapa banyak yang kamu investasikan. Tentu tidak perlu kaget kalau kamu memulai investasi dengan uang yang lebih besar, maka keuntunganmu akan bertambah besar juga.

mendapatkan uangNah, kali ini Refo akan membahas komponen yang ketiga, yaitu deposit dan bagaimana cara kita mengoptimalkannya.

Simpel sih. Tambahin aja duit yang kamu investasikan.

Refo please dech…..

Serius, tapi intinya adalah bagaimana kita memaksimalkan jumlah uang yang bisa kita investasikan secara regular. Meski terdengar sangat obvious, namun rupanya komponen ini jarang disebut oleh para financial planner. Kenapa?

Karena mereka berniat men-chargemu Rp 5juta untuk sekali pertemuan dengan mereka dan tingginya fee mereka justru berbanding terbalik dengan komponen jumlah deposit. Kalau kamu inget, bisa2 ragu buat mengeluarkan duit segitu (well, kecuali kamu punya aset diatas 1 Miliar, 5 juta is perfectly understandable).

Tapi disini Refo juga bukan mendorongmu hidup pelit. Bukan berarti kamu harus stop jajan di Starbucks. Plis lah, duit Rp 40ribu tidak akan terlalu mengubah hasil investasimu. Yang Refo bahas adalah big wins, yaitu memperoleh duit yang jumlahnya cukup signifikan untuk mempengaruhi hasil investasimu. Dan tenang saja, Refo tidak akan menyuruhmu ikut MLM atau grup g jelas yang justru menganggu hubungan sosial kamu. Refo juga alergi kok sama yang begituan. Well, langsung mulai aja ya.

1. Negosiasi Gaji

Saya tahu. Beberapa dari kamu mungkin anti terhadap topik ini. Namun percayalah, ini akan menjadi kesempatan yang saling menguntungkan antara dirimu dan perusahaan tempatmu bekerja.

Kenaikan gaji sekecil apapun adalah tambahan penghasilan yang terus berulang setiap bulannya dan jika kamu tetap mempertahankan gaya hidupmu, ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai investasimu.

Sebagai contoh, bila gajimu sekarang 5 juta. Kamu menyisihkan Rp 800 ribu setiap bulannya untuk investasi. Sehabis membaca artikel ini kamu memutuskan untuk meminta kenaikan gaji dan HRD menyetujui untuk meningkatkan gajimu sebesar Rp 300ribu rupiah (jujur saja, ini sangatlah minim dan kamu bisa mengharapkan lebih). Sebagai reward, kamu menggunakan 100ribu untuk berlangganan akun Netflix agar tak perlu repot download film bajakan dan Rp 200ribu sisanya dimasukkan dalam akun investasi. Sekarang, kamu bisa menyisihkan Rp 1 juta perbulannya alias 25% lebih tinggi dari sebelumnya. Itu artinya nilai investasimu akan bertambah dengan sendirinya. Not bad.

Tapi kuncinya adalah kamu memang layak untuk memperoleh kenaikan gaji.

Cek website seperti Qerja atau Jobstreet untuk membandingkan gaji pada perusahaan di industri yang sama dengan posisi kerja yang sama sehingga kamu memiliki gambaran berapa angka kenaikan yang bisa kamu harapkan.

Jika kamu merupakan top performer di kantormu, maka itu akan membuat hal lebih mudah. Namun jika tidak, 2 bulan sebelum kamu mengajukan negosiasi, tingkatkan performamu sebagai justifikasi untuk meminta kenaikan gaji (kita bukan mental buruh yang minta tanpa memberi).

Terkadang ada manajer HRD yang benar-benar ulet dan pelit, namun tenang saja jika negosiasimu tidak berjalan lancar. Pasca negosiasi, kamu pasti akan masuk radar orang HRD. Selama kamu mempertahankan atau bahkan bisa meningkatkan performamu lagi, maka kamu memiliki kesempatan lebih tinggi untuk memperoleh promosi atau kenaikan gaji. HRD bekerja dengan angka, jika memang kinerjamu memadai, mereka tidak akan keberatan mengabulkan permintaanmu daripada harus kehilangan talent. So, just make sure you do the best and negotiate very well. Ingatlah bahwa investasimu membutuhkanmu.

2. Online Freelance

Jika kamu bisa menggunakan komputer, kemungkinan besar kamu bisa menjual jasa atau keahlianmu di internet. Situs seperti Fiverr atau freelancer memberikanmu kesempatan untuk menjual jasa dan keahlianmu. Kamu tidak perlu menganggapnya sebagai pekerjaan kedua yang akan menyita hidupmu. Online freelance sebenarnya adalah sebuah tempat bagimu untuk mengasah keahlian dan meningkatkan performamu. Anggap saja sebagai training namun justru kamu yang dibayar? Dan jika kamu sudah semakin cakap atau handal, kamu bisa menegosiasikan gajimu seperti yang sebelumnya kita bahas. Gaji naik + Tambahan gaji dari freelance = double win for your investment.

Tidak buruk kan?

Bahkan kamu bisa juga menawarkan jasa yang sesuai dengan minatmu, namun tidak pernah kesampaian di tempat kerja. Kamu suka menggambar karakter (character illustration), suka ngomong ga jelas di depan cermin (voiceover), suka membaca apapun (proofreading). Ya, kamu bisa dibayar untuk melakukan semua itu dan berbagai hal gila lainnya yang mungkin tak pernah terpikirkan.

Kuncinya adalah menganggap freelance sebagai outlet untuk have fun dan meningkatkan kualitas dirimu. Jangan terpaku dengan uang karena itu justru akan membuat merasa capai dengan cepat dan Refo sangat anti terhadap aktivitas yang menurunkan kualitas hidup. Bagi tambahan penghasilan dari freelance untuk reward dan untuk investasi. It is not that bad actually.

3. Pindah Perusahaan/Pekerjaan

HRD Manager hate this. Finds out why:

Serius, ganti pekerjaan adalah sebuah pilihan. Jika kamu sudah mengusahakan yang terbaik dan meningkatkan kinerjamu diatas teman-teman sekantor, namun perusahaan bersikukuh tetap menolak permintaan gajimu, maka ganti pekerjaan bisa menjadi bahan pertimbangan.

TETAPI, ada banyak faktor selain uang yang harus kamu pertimbangkan.

Tempat bekerja yang baik memberimu kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih handal dan baik. Jadi pastikan bahwa perusahaan yang kamu tuju nantinya memberimu ruang untuk bertumbuh karena pada akhirnya, investasi terbaik yang akan kamu buat dalam hidupmu adalah investasi pada dirimu sendiri.

Tapi bagaimana memastikan bahwa kamu sebaiknya pindah atau tidak karena bagaimanapun ada risiko bahwa kamu akan berakhir di tempat yang lebih buruk. Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon memiliki tips yang bagus untuk kondisi ini, yaitu Bezos Regret Minimization Framework.

4. Jual Barangmu yang sudah tidak terpakai

Kamu baru ganti handphone baru? Kenapa tidak jual saja handphonemu yang lama?

Bagaimana dengan buku novel Harry Potter yang sudah tidak pernah kamu sentuh lagi? Kenapa tidak dijual seharga Rp 40.000 dan menukarkannya dengan 200 lembar saham MPPA (Ketika artikel ini ditulis, saham MPPA atau PT. Matahari Putra Prima Tbk. adalah 206 per lembar) dan menjadi bagian dari pemilik Hypermart?

Intinya adalah, jika kamu seperti kebanyakan orang yang memiliki barang yang sudah tidak dipakai namun masih dalam kondisi bagus. Alih-alih membiarkannya membusuk di gudang, kamu bisa menukarkannya dengan investasi yang nilainya akan terus bertumbuh. Kalau gini, masih males njualin barang yang sudah tidak dipakai?

Kalau kamu masih bingung dan ragu barang apa saja yang bisa kamu jual, coba deh baca bukunya Marie Kondo Life changing magic of tidying up. Bagi kamu yang punya akun Netflix, ada versi filmnya juga lo.

5. Kurangi Pengeluaranmu

Mengurangi pengeluaranmu pada hal yang tidak bermanfaat berarti menambah sisa uangmu untuk hal yang bermanfaat. Sebagai penasihat keuangan, Reformasi bukanlah anti aktivitas atau pengeluaran untuk bersenang-senang. Tidak seperti penasihat keuangan pada umumnya yang suka 100% mengerem semua pengeluaran yang tak menguntungkan secara finansial.

Bagi kami it doesn’t make sense.

Hidup itu harus dinikmati. Investasi itu penting karena kamu juga butuh menikmati hidup di masa depan, namun bukan berarti kamu harus melupakan ide untuk menikmati hidupmu sekarang. Disinilah Reformasi ingin mengenalkan kamu dengan konsep conscious spending.

Conscius spending adalah sebuah gaya hidup dimana kamu menggunakan uangmu hanya untuk hal yang bermanfaat dan memberimu kebahagiaan. Bermanfaat berarti menyisihkan uangmu untuk ditabung, investasi atau untuk kesehatan. Memberimu kebahagiaan berarti menggunakan uangmu untuk aktivitas atau benda yang benar-benar memenuhi hasrat dalam dirimu. Misalnya traveling untuk pecinta traveling, belanja daging wagyu untuk pecinta makanan, membeli gym membership untuk pecinta fitness. Namun sebaliknya jika kamu membeli gym membership hanya untuk terlihat keren, traveling karena dipaksa teman sekantor dan berbelanja bahan makanan mahal karena ingin meniru resep salah satu influence instagram, maka itu bukanlah conscious spending.

Jika kamu dapat mengerem pengeluaran yang tidak bermanfaat dan tidak membuatmu bahagia, maka kamu tidak akan pernah kesulitan memenuhi kebutuhan finansial yang bermanfaat dan membuatmu bahagia. Simpel kan?

Nah, dengan menjalankan 5 cara tersebut, maka kamu bisa mendapatkan uang yang akan menjadi bahan bakar untuk mesin investasimu. Rahasia investasi yang sukses adalah menyisihkan uang yang cukup pada investasi dengan tingkat pengembalian yang optimal dan membiarkannya bertumbuh. Setidaknya melalui artikel ini kamu sudah belajar bagaimana caranya menyisihkan uang yang lebih banyak untuk investasi.

Btw, kalau kalian punya saran lain yang lebih jitu, bagikan di komen ya.

One reply on “5 Cara Mendapatkan Uang Tambahan (biar Investasimu Makin Maksimal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *